| SELAMAT DATANG
DI DUNIA
SEMUT
|
|
Tidak ada yang
kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Baqarah, 2:32) |
| INI cerita yg baik unuk d baca oleh smua kalangan,,baik anak-anak,,remaja,,orang dewasa n lanjut usia,, |
|
Dalam perjalanannya ke sekolah setiap hari, Umar berjalan melewati
halaman rumah di seberang jalan dan menunggu di sana untuk beberapa saat.
Temannya yang sangat baik tinggal di dalam taman ini. Tak seorangpun tahu
siapakah teman ini, tetapi Umar sangat menyayanginya. Umar tidak pernah lupa
untuk mengunjungi temannya, dan sangat senang bersahabat dengannya. Lagi pula,
temannya ini lebih pandai dari siapapun juga. Meskipun tubuhnya sangat kecil,
teman Umar ini mampu melakukan berbagai pekerjaan penting. Ia juga sangat rajin
bekerja. Ia melakukan seluruh pekerjaannya dengan sangat baik dan tepat waktu,
seolah-olah ia adalah seorang prajurit dalam angkatan bersenjata. Kendatipun ia
tidak bersekolah sebagaimana Umar, ia mampu melakukan berbagai macam
kewajiban-kewajiban yang harus ia lakukan dalam hidupnya.
Tentunya engkau bertanya-tanya, siapakah teman mungil ini?
Teman rahasia Umar adalah seekor semut kecil, yang dapat melakukan
berbagai pekerjaan yang menakjubkan.
Engkau mungkin belum pernah mendengar betapa terampil dan
pandainya semut-semut itu. Beberapa di antara kamu bahkan mungkin menganggap
mereka sebagai serangga-serangga sederhana yang berkeliaran sepanjang hari tanpa
melakukan pekerjaan apapun. Akan tetapi jika ada di antara kalian yang
beranggapan demikian, maka kalian telah keliru. Sebab semut, seperti halnya
makhluk hidup yang lain, juga memiliki cara hidupnya sendiri.
Umar berkesempatan untuk mempelajari seluk-beluk kehidupan semut
dari temannya, sang semut. Inilah yang menyebabkan mengapa Umar tidak pernah
lupa mengunjungi temannya dan sangat senang bercakap-cakap dengannya. 
Umar sangat takjub dengan hal-hal yang ia pelajari dari temannya
tentang dunia semut. Dia ingin berbagi segalanya yang ia pelajari dengan orang
lain tentang ketrampilan, kepandaian dan semua kemampuan luar biasa yang
dimiliki teman kecilnya itu.
Lalu, apakah yang membuat Umar begitu gembira? Mengapa ia begitu
terpesona dengan dunia semut? Engkau pasti bertanya-tanya mengapa. Kalau begitu,
teruslah membaca...............
Semut memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dari kebanyakan
makhluk hidup lain di dunia ini. Untuk setiap 700 juta semut yang lahir di dunia
ini, hanya ada 40 bayi manusia baru. Dengan kata lain, jumlah semut di dunia
lebih banyak dibandingkan jumlah manusia.
Keluarga semut juga sangat besar. Sebagai contoh, engkau mungkin
mempunyai keluarga beranggotakan 4-5 orang. Sebaliknya, dalam satu keluarga
semut, kadang terdapat jutaan semut. Sekarang coba pikirkan barang sejenak: jika
engkau memiliki kakak dan adik laki-laki ataupun perempuan dengan jumlah jutaan,
dapatkah kalian hidup dalam satu rumah? Tentu saja tidak!
Beberapa keluarga semut melakukan pekerjaan layaknya tukang jahit,
sebagian yang lain bercocok tanam seperti petani, dan bahkan sebagian lagi ada
yang memiliki peternakan-peternakan kecil dimana mereka memelihara beberapa
binatang yang lebih kecil. Sebagaimana manusia yang mengembangbiakkan sapi dan
mengambil susunya, semut juga beternak kutu tanaman kecil (afid) dan
memanfaatkan susunya.
Sekarang marilah kita dengarkan kisah Umar tentang dunia
semut.
Umar: Aku pertama kali
bertemu dengannya ketika aku melihat kepalanya yang mungil muncul dari dalam
tanah. Kepalanya menarik perhatianku, sebab ukurannya sedikit lebih besar
daripada tubuhnya. Aku heran mengapa kepalanya sebesar itu dan mulai mengamati
temanku yang mungil ini. Kepala besar pada tubuhnya yang mungil membantu dalam
tugasnya sebagai penjaga di pintu masuk sarangnya. Apakah kalian ingin tahu
'bagaimana' caranya? Ia melakukannya dengan memeriksa apakah semut-semut yang
memasuki sarangnya termasuk anggota keluarganya atau bukan, dan tidak
mengizinkannya masuk jika bukan termasuk keluarganya.
Segera setelah melihatnya, aku menemuinya dan bertanya apa yang
sedang terjadi di dalam sarang. Temanku yang mungil mengerti rasa ingin tahuku,
dan mulai bercerita kepadaku. Yang paling membuatku penasaran adalah bagaimana
semut-semut berkepala besar mengenali teman-teman serumah mereka dan
membiarkannya masuk ke sarang.
Semut :Umar,
pertama-tama aku hendak mengatakan kepadamu bahwa kami menyebut keluarga kami
sebagai 'koloni'. Dengan kata lain, kami hidup dalam masyarakat yang disebut
koloni. Seekor semut dapat dengan mudah mengatakan apakah seekor semut
lain termasuk anggota koloninya atau bukan. Ia melakukannya dengan cara
menyentuh tubuh semut lain tersebut dengan antenanya (batang kecil tipis yang
menjulur keluar dari bagian atas kepala semut), yang membantunya mengenali
semut-semut asing melalui 'bau koloni' yang mereka miliki.. Jika semut tersebut
ternyata asing, maka kami tidak akan mengizinkannya memasuki rumah kami. Bahkan
terkadang kami harus menggunakan kekuatan untuk memaksa mereka pergi.
Semut :Umar, pertama-tama aku hendak mengatakan kepadamu bahwa
kami menyebut keluarga kami sebagai 'koloni'. Dengan kata lain, kami hidup
dalam masyarakat yang disebut koloni. Seekor semut dapat dengan mudah
mengatakan apakah seekor semut lain termasuk anggota koloninya atau bukan. Ia melakukannya dengan cara menyentuh tubuh semut lain tersebut
dengan antenanya (batang kecil tipis yang menjulur keluar dari bagian atas
kepala semut), yang membantunya mengenali semut-semut asing melalui 'bau
koloni' yang mereka miliki.. Jika semut tersebut ternyata asing, maka kami
tidak akan mengizinkannya memasuki rumah kami. Bahkan terkadang kami harus
menggunakan kekuatan untuk memaksa mereka pergi.
Semut "berbicara" satu sama lain dengan cara saling
menyentuh
itu ja dulu y gan info nya,,,nanti saya lanjtin...hehheh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar